milfzr> 9xmovie freeindianporn.mobi javlibrary.pro javidol.org sfico.info porn tube freejavporn.mobi rajwap xlxx.pro 2beeg.mobi borwap.pro onlyindianporn.net heavy r javpussy.net

DyCode Bootcamp Pertama Resmi Dimulai dengan Tahap Seleksi Offline Test

By | Events

Program pelatihan DyCode Bootcamp resmi dimulai oleh PT DyCode Cominfotech Development (DyCode) dengan dilaksanakannya Offline Test, tahap seleksi pertama dalam program yang bertujuan untuk melatih developer lulusan sarjana dalam penguasaan bahasa pemrograman. Offline Test ini diselenggarakan di Digital Innovation Lounge (DILo) Bandung.

Tahap Offline Test DyCode Bootcamp yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 ini diikuti oleh duabelas peserta dari Bandung, Cimahi, dan Jakarta. Di tahap ini, peserta dihadapkan dengan dua tes yang akan menjadi pertimbangan DyCode untuk menyaring peserta DyCode Bootcamp, yaitu psikotes dan tes teknis.

Pengumuman peserta Offline Test yang memiliki nilai evaluasi terbaik dan berhak mengikuti DyCode Bootcamp akan dilakukan pada hari Selasa, 22 November 2016. Program DyCode Bootcamp sendiri dijadwalkan untuk berlangsung pertama kali pada hari Sabtu dan Minggu, 3 dan 4 Desember 2016.

Total pendaftar DyCode Bootcamp adalah 35 orang yang tersebar dari Pulau Jawa hingga Kalimantan, terhitung dari periode pendaftaran DyCode Bootcamp yang dibuka sejak 16 Oktober 2016. Agar dapat mengakomodasi lebih banyak peserta, pendaftaran DyCode Bootcamp diperpanjang hingga hari Jumat, 25 November 2016, dengan Offline Test kedua yang akan dijadwalkan kemudian.

DyCode Bootcamp adalah program pelatihan pemrograman yang diinisiasi oleh DyCode dengan tujuan mempersiapkan para lulusan sarjana yang berkemampuan programming agar siap terjun langsung di industri teknologi informasi (TI). Perusahaan-perusahaan industri TI yang sedang berkembang pesat di Indonesia membutuhkan tenaga-tenaga programmer yang handal dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cenderung cepat, termasuk di dalamnya DyCode. Sayangnya terkadang permintaan ini tidak dapat dipenuhi dikarenakan kesejangan yang disebabkan karena lulusan-lulusan sarjana yang tidak memiliki penguasaan kemampuan programming yang dibutuhkan oleh industri TI. Kesenjangan inilah yang menjadi awal dari kesadaran DyCode untuk menginisiasi program DyCode Bootcamp sebagai bentuk kepedulian terhadap industri TI di Indonesia.

Informasi mengenai DyCode Bootcamp berikut formulir pendaftarannya dapat diperoleh di laman resmi program di sini .

Inside DyCode: The DyCode Coding Contest

By | Inside DyCode

pexels-photo-90807Talk to any software engineer and you’ll know that coding be done for work or as a means for recreation.

For the former, mainly the coding process involves the skills and knowledge that a programmer currently possess. This makes sense, because the safest option is to apply the established and proven. The latter, on the other hand, allows for an opportunity for try out new things, say, a programming language that nobody uses just yet, and then apply the knowledge as a side project. As a professional programmer, coding for work and coding for recreation needs to be balanced.

As a routine part to keep the creative juices in our programmers’ brains flowing, DyCode conducted an internal programming contest as a means for our engineers to have fun. Open to all programmers willing to take the challenge, this contest is based on a homework question on Quora that asks this question: “how do I provide a unique program that produces the following output?”, followed by a string of this exceedingly simple output.

Smile!Smile!Smile!
Smile!Smile!
Smile!

Three lines of Smile! s, from three to one, in descending order. Sounds easy, right? Indeed, it can be solved in hundreds of ways, including the easy ones. However, the challenge here is that in order for them to win this challenge, the solution has to be the most complex, creative, and original as they possibly can. The one that can come up with a Rube Goldberg machine for this solution, will take home cold hard cash, in addition to the respect from their fellow engineers.

After the announcement of the contest, our programmers let their creativity run wild in between their daily projects and began working on their unique solutions. And before deadline struck, five people submitted the projects. Check out their submissions along with the link to their GitLab repository below.

  1. Alwin
  2. Fahmi
  3. Jalul
  4. Dul
  5. Ben

The winner

The winner went to Ben (congratulations, Ben!), who implemented Piet in providing his solution. Piet is a stack-based, esoteric programming language that makes, in the words of its creator David Morgan-Mar, “programs look like abstract paintings”. Naming his program “Smilebang”—a play on “hashbang”—, Ben said that he decided to implement Piet just because he can.

npiet-trace

Smilebang trace by Ben. (Source: https://gitlab.com/bentinata/smilebang)

“Just because one can” may sound silly, but that is the point of this contest. Programming is all about building a program that can solve a specific task, and the more expertise a programmer has with all the available programming languages that are available, the more efficient and creative a programmer can accomplish a task.

The benefits to coding for fun

Coding for fun may not have an immediate impact, but who knows the inspiration that you get while programming for work comes from when you were coding for recreation?

Bayu Yasaputro, interim CTO at DyCode, remarked that this engineering contest brings a threefold benefits to the programmers. Firstly, it’s an opportunity for them to explore and be creative; secondly, it allows them to share expertise in a certain programming language with others; and thirdly, as some of the people in the Quora thread can testify, it opens up opportunity for coders to show-off their skills.

“Coders love to code, obviously. So it’s important for them to have fun in unconventional ways,” he commented.

Bekali Lulusan Baru untuk Industri Kreatif, DyCode Inisiasi Program DyCode Bootcamp

By | Events, News, Training

e_flyer_dycode-bootcamp_720Lulusan baru atau fresh graduates khususnya di bidang teknologi informatika tentunya dituntut untuk dapat menguasai bahasa pemrograman yang diajarkan di kampus atau sekolahnya. Beberapa tugas akhirnyapun menuntut mereka untuk mempraktikkan ilmu tersebut dengan, contohnya membuat sebuah proyek aplikasi yang nyata. Mekipun demikian, nyatanya bahasa-bahasa pemrograman yang mereka pelajari di kampus hanya sebagian kecil dari yang menjadi tuntutan industri kreatif dan banyak dari mereka yang kesulitan untuk mengikuti perkembangan industri kreatif yang tergolong cepat. Hal ini memunculkan sebuah celah yang memisahkan dua sisi: sisi industri, yang membutuhkan karyawan dengan kemampuan pemrograman yang mumpuni, dan sisi lulusan baru, yang membutuhkan pengalaman kerja.

Menyadari hal ini, PT. Dycode Cominfotech Development (DyCode) menginisiasi DyCode Bootcamp, sebuah program bootcamp pelatihan pemrograman. Dengan slogan “Boost Your Skills. Shape Your Career.”, DyCode Bootcamp bertujuan untuk membekali lulusan-lulusan baru, baik dari universitas maupun dari sekolah menengah, dengan pengetahuan dan kemampuan pemrograman yang dibutuhkan oleh industri kreatif. Selama masa program, para peserta akan diperkenalkan dengan bahasa-bahasa pemrograman yang mutakhir dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri, seperti Swift 3, ObjectiveC, Node.js, dan bahasa pemrograman lainnya.

Selama masa program DyCode Bootcamp, peserta akan dipandu oleh para pengembang aplikasi dari DyCode yang tak hanya memiliki kemampuan pemrograman yang mumpuni, namun juga pengalaman industri yang matang. Peserta akan secara rutin dievaluasi dan diberi penilaian terhadap performa mereka. Di masa akhir program, para peserta DyCode Bootcamp diharapkan akan memiliki kemampuan pemrograman yang siap kerja di industri kreatif. Peserta yang memiliki performa yang paling baik akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program magang di DyCode.

Simak di bawah ini linimasa program DyCode Bootcamp.

  1. Registrasi: 17 Oktober – 16 November 2016
  2. Pengumuman Peserta Offline Test: 17 November 2016
  3. Pelaksanaan Offline Test: 19 November 2016
  4. Pengumuman peserta DyCode Bootcamp: 22 November 2016

Peserta yang lolos Offline Test dan terpilih menjadi peserta DyCode Bootcamp berhak menghadiri gelombang I yang dilaksanakan pada hari Sabtu & Minggu, 26 – 27 November 2016.

Meskipun ditujukan untuk lulusan-lulusan baru, pendaftaran DyCode Bootcamp terbuka untuk umum, asalkan pendaftar dapat memenuhi syarat-syarat pendaftaran dan tidak sedang terikat di bawah kontrak kerja atau pelajar/mahasiswa aktif.

Kunjungi laman resmi DyCode Bootcamp di tautan ini untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai program ini.


Informasi lebih lanjut mengenai program DyCode Bootcamp dapat diperoleh dengan menghubungi perwakilan humas DyCode:

C. Veronica Blandine (Vero)
veroblandine@dycode.com
+62 878 2516 7752

Apple September 2016 Event: Sebuah Perspektif untuk Developer

By | Reports

Tidak seperti acara tahunan World Wide Developers Conference (WWDC) bulan Juni yang menjadi ajang khusus Apple untuk merangkul para pengembang iOS, Apple Special Events, yang kerap menjadi event follow-up WWDC tiap bulan September, memang lebih sering menyorotkan perhatian Apple fans kepada segi perangkat keras. Tak terkecuali Apple Special Event September 2016 yang digelar pada tanggal 7 September lalu. Di ajang ini, Apple mengumumkan perangkat-perangkat cerdas Apple Watch Series 2, iPhone 7, dan iPhone 7 Plus.

Meskipun fokusnya lebih kepada perangkat keras, Apple Special Event ini juga menjadi sebuah angin segar sementara bagi para pengembang iOS karena ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan dari segi perangkat lunak. Apa sajakah hal-hal tersebut? Berikut beberapa diantaranya.

1. Lensa dual

iPhone 7 cameraiPhone adalah salah satu smartphone dengan kamera terbaik, tak terkecuali iPhone 7. Dilengkapi dengan 2 lensa yang memungkinkan pengguna untuk zoom secara “optical” dengan depth of field sangat tajam kualitas lensa profesional.

Depth of field setajam ini membuka kemungkinan fotografi 3D. Tak menutup kemungkinan juga iPhone 7 dapat menjadi sebuah platform Virtual Reality yang berkualitas. Tentunya kemungkinan terwujudnya semua ini bergantung pada sejauh mana Apple membuka kesempatan bagi pengembang untuk menggunakan kameranya melalui API. Terlihat dari presentasi Apple di event ini, API-API yang berkaitan dengan kamera memiliki nama “Capture API” dan “Editing API”.

2. Home Button dengan Taptic Engine API

Taptic Engine API di iPhone 7Tak seperti iPhone-iPhone versi sebelumnya, Home Button iPhone mendapatkan overhaul yang signifikan dari segi hardware. Sekarang tombol tersebut tak hanya dilengkapi dengan Touch ID, namun juga dengan Taptic Engine, teknologi yang telah sebelumnya diaplikasikan di lini MacBook tahun 2015 ke atas.

Kabar baik bagi pengembang: Apple mengumumkan Taptic Engine API. Dibukanya API ini tentunya membuka peluang bagi pengembang untuk mengeksplor teknologi yang ditawarkan Taptic Engine ini, seperti, misalnya, memberikan perintah yang berbeda-beda sesuai dengan gestur yang dilakukan pada Home Button tersebut.

3. Pangsa pasar yang sangat besar

1 milyar iPhone telah terjualDari segi logistik, pengembang iOS bisa menarik napas lega karena pangsa pasar iOS masih sangat besar. 140 milyar apps telah diunduh oleh 1 milyar iPhone di seluruh dunia. Dari jumlah yang sespektakuler ini, para pengembang hanya perlu mencari audiens yang cocok dengan target pengguna aplikasi mereka, dan mulai mengembangkan, memasarkan, dan terus memeliharanya dengan memberikan pemutakhiran-pemutakhiran rutin.

Jadi, dari semua hal yang diumumkan di Apple Special Event September 2016 ini, hal-hal apa sajakah yang menurut Anda paling bermanfaat dan ingin Anda gunakan dalam proses mengembangkan aplikasi Anda selanjutnya?

Jepret Story Garapan DyCode Sebagai Salah Satu Aplikasi Terpilih di Peluncuran SiApp!

By | Events, Jepret
IMG_1568

Firman Nugraha, Chief Editor TeknoJurnal membuka acara peluncuran situs pengulas aplikasi lokal, SiApp!

Terkadang ketika kita sedang mencari aplikasi di Play Store atau App Store, kita kebingungan memilih aplikasi mana sih yang bagus? Bisa saja sih kita memanfaatkan ulasan-ulasan pengguna dengan sistem bintang, namun kadang sistem itu kurang terpercaya karena di etalase penjaja aplikasi untuk Android dan iOS tersebut, ada aplikasi yang sebenarnya bisa kita gunakan, namun oleh karena satu dan lain hal, mendapatkan ulasan yang buruk oleh para penggunanya.

Masalah inilah yang menjadi perhatian TeknoJurnal dengan diluncurkannya sebuah situs ulasan aplikasi bernama SiApp! di Conclave Coworking Space, Jakarta Selatan, Senin, 15 Agustus 2016 lalu. SiApp! adalah sebuah situs pengulas aplikasi yang fokus pada aplikasi-aplikasi buatan para pengembang lokal, dan adalah  official app reviewer terpilih untuk Gerakan 1000 Startup Digital. Acara peluncuran ini dibuka oleh Chief Editor TeknoJurnal, Firman Nugraha. Di saat peluncurannya kemarin, sudah ada 71 aplikasi buatan pengembang Indonesia yang telah diulas di SiApp!, termasuk di dalamnya Jepret Story namun tentunya angka tersebut akan terus bertambah seiring menjamurnya aplikasi buatan pengembang lokal di Play Store atau App Store.

Jepret Story mendapatkan kehormatan untuk menjadi salah satu dari tiga aplikasi buatan developer lokal terpilih yang berkesempatan untuk bercerita tentang aplikasinya kepada para rekan media yang hadir. Diwakili oleh Chief Marketing Officer DyCode Dyan R. Helmi, Jepret Story menceritakan kisah asalnya mengapa Jepret Story ini dibuat, dan masalah real apa yang Jepret Story coba diselesaikan.  Aplikasi “asli Indonesia” lainnya yang berkesempatan tampil untuk bercerita adalah TemanJalan, aplikasi ride-sharing, dan Goers, aplikasi agregator event bagi yang senang hang out.

IMG_1581

Dyan R. Helmi, CMO DyCode, bercerita tentang Jepret Story di peluncuran SiApp!

Di SiApp!, Jepret Story mendapatkan rating 4 dari 5 “Megafon”. Ulasan ini dibuat oleh Taufiq Hasan, yang menulis,

“Jepret Story punya fungsi utama untuk membuat video dari kumpulan foto yang bisa dibagikan dipublik atau beberapa orang saja yang dikehendaki. Selain itu ada beberapa fitur yang keren.

Aplikasi Jepret Story dikembangkan oleh DyCode yang berbasis di Bandung.”

Baca ulasan lengkap SiApp! Jepret Story di sini.

Ulasan Jepret Story di SiApp!

Ulasan Jepret Story di SiApp!

Di acara peluncuran Siapp! ini juga sempat membahas tentang undang-undang TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang dinarasumberi oleh Hartadi Novianto, Mass Product Departement Head Smartfren, dan Joegianto, Director of Business Development TSM Technologies. TKDN dicanangkan oleh pemerintah Indonesia agar para pengembang baik perangkat lunak maupun keras lokal dapat bersaing di ranah internasional.

 

Ramaikan Lebaran, Jepret Ajak Indonesia Selfie di #LebaranBabes dan #LebaranGanteng

By | Events

Lebaran adalah sebuah momen spesial yang dirayakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Ritual tahunan yang menandakan berakhirnya bulan Ramadan ini identik dengan mudik, makanan, kumpul keluarga, dan yang nggak kalah penting, selfie di tengah-tengah semua itu, terus di-share di akun Path, IG, atau Twitter.

Terinspirasi dari kegilaan orang-orang kepada selfie, tim Jepret mengadakan kembali “lomba selfie” bertajuk Lebaran Babes dan Lebaran Ganteng. Lebaran Babes dan Lebaran Ganteng—yang terlahir dari sebuah percakapan iseng berbuah ide—tahun ini adalah tahun ketiga diadakannya kegiatan ini, dengan tujuan meramaikan suasana lebaran dengan mengajak para selfie addicts untuk mengunggah foto-foto pengalaman lebarannya ke akun Path, Instagram, atau Twitter mereka dengan hashtag #LebaranBabes buat cewek dan #LebaranGanteng buat cowok. Nantinya para admin yang terdiri dari segerombol cowok imut dan sekelompok cewek menggemaskan akan menyeleksi selfie-selfie paling kece, yang akan dihadiahi banyak pulsa dari XL, 3, dan Telkomsel, serta voucher dari FoodGasm, Prama Preanger, dan Movreak! Demi mengangkat kemeriahan lebaran, #LebaranBabes dan #LebaranGanteng yang juga didukung oleh 99ers dan Hard Rock FM ini diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 12 Juli 2016.

https://s3.amazonaws.com/f.cl.ly/items/2Q1o3V0J0g031e151L3J/lebaran_babes_lebaran_ganteng_02.png

Hype yang mengekori #LebaranBabes dan #LebaranGanteng tahun ini sempat membuat tim Jepret terkejut. Beberapa artis terkenal lokal juga ikut mengunggah foto menggunakan foto #LebaranGanteng, seperti Verrell Bramasta dan Billy Syahputra.

Tak hanya itu, kegiatan ini sempat menjadi sorotan media online ketika Liputan6 dan Rappler meliput membahas acara ini. Bahkan Tribun,) sempat mempertanyakan apakah kegiatan ini adalah perang provider seluler! (Apakah iya?!)

Antusiasme orang-orang yang ikutan lomba selfie ini sangat tinggi! Hal ini dibuktikan dengan jumlah total foto yang diunggah adalah 3.000, yang terdiri dari 1.222 foto dari #LebaranBabes dan 1.946 foto dari #LebaranGanteng. Untuk kami, ini adalah jumlah yang fantastis karena meningkat tiga kali lipat dari #LebaranBabes dan #LebaranGanteng tahun lalu!

Buat yang mau nengok foto-foto kamu yang masuk di Jepret Cloud, para #LebaranBabes bisa ngunjungin bit.ly/lebaranbabes2016, dan para #LebaranGanteng bisa ngunjungin bit.ly/lebaranganteng2016.

Jangan lupa untuk unduh aplikasi Jepret Story biar kamu bisa bikin Lebaran Babes versi kamu sendiri. Ditambah lagi kamu bisa bikin postcard yang penampilannya bisa kamu customize dengan stamp-stamp lucu. Jepret Story tersedia untuk Android di bit.ly/jepretstory! Sedangkan untuk pengguna iOS, we’ll be coming to you soon!

See you on next year’s #LebaranBabes and #LebaranGanteng!

4 (plus 1) Apps by DyCode Untuk Upgrade Mudik 2016 Kamu, GRATIS!

By | Mobile Apps, Products, Uncategorized

Lebaran sebentar lagi! Hari penuh perayaan ini identik di Indonesia dengan kegiatan mudik, sebuah perjalanan panjang menuju kampung halaman untuk bertemu keluarga dan sanak saudara. Namun seperti yang beberapa dari kita alamin, mudik itu nggak selamanya asyik, ya, nggak? Macet, belum lagi panas dan teriknya perjalanan bikin pengalaman mudik jadi stres.

Tapi mudik nggak harus stres, kok! Kenapa? Karena deretan aplikasi recommended buatan DyCode di bawah ini bakal bikin pengalaman mudik kamu jauh lebih menyenangkan! Aplikasi apa aja, tuh? Yuk, simak deretan apps bawah ini, yang semuanya made by the creative hands of DyCode’s devs! Yang paling penting, semuanya GRATIS!

ANAVIGO (Android / iOS)

ANAVIGO adalah aplikasi navigasi dari Astraworld yang bisa ngelakuin lebih dari aplikasi navigasi biasa! (DyCode adalah partner development Astraworld untuk ANAVIGO.)

Key feature: Dengan fitur car emergency reporting, kamu nggak usah takut mogok karena tinggal laporin via ANAVIGO, dan Astra akan siap perbaiki, dimanapun kamu!

FoodGasm (Android / iOS)

FoodGasm cocok buat kamu yang suka makan di kafe atau restoran karena bisa nunjukin mana yang paling deket dengan lokasi kamu sekarang. FoodGasm udah ada di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Bali, Jogjakarta, dan Solo, jadi kamu nggak perlu khawatir kalau laper dan butuh tempat makan yang cozy pas mudik!

Key feature: Pesan tempat atau bahkan makanan yang kamu pengen langsung dari aplikasinya!

Movreak (Android / iOS)

Movreak adalah aplikasi buatan DyCode yang pas banget buat kamu yang lagi nyari film-film yang sedang tayang di kota kamu. Plus, kamu juga bisa baca review film yang pengen kamu nonton dari Movreak users, dan nulis review kamu sendiri!

Key feature: Movreak bisa tunjukin jadwal film yang tayang di bioskop terdekat kamu!

Jepret Story (Android)

Jepret Story cocok banget buat kamu yang nggak mau kehilangan momen lebaran. Selain bisa mengedit foto dengan banyak pilihan filter, kamu juga bisa bikin customizable postcard yang bisa dibagikan ke orang-orang terdekat kamu.

Key feature: Bikin album foto lebaran dari sosmed kamu nggak pernah semudah ini! Caranya tinggal set up hashtag, semua foto di sosial media kamu secara otomatis terkumpul.

KTB Mitsubishi Motors (Android / iOS)

KTB Mitsubishi Motors adalah sebuah aplikasi dari distributor resmi Mitsubishi Krama Yudha Berlian Motors yang bagaikan memiliki seorang dealer mobil di dalam saku!

Key feature: Kamu kudu sering-sering cek Special offers di app ini karena Mitsubishi suka bagi-bagi voucher dan ngebocorin informasi diskon untuk spare part mobil Mitsubishi favorit kamu!

Hi Siri, Nobar Apple September Event Yuk!

By | Events

“Hi Siri, Nobar Yuk!”

Yuk ikutan nonton bareng Apple September Event bareng DyCode. Acara ini bakal dihadiri oleh Apple fans sejagad kota Bandung Raya. Konon di Apple Event kali ini, Apple bakal meluncurkan iPhone 6s, 6s Plus dan…. Apple TV terbaru gaes!

Nobar bakal kita adakan pada,

Hari, tanggal: Rabu-Kamis, 9-10 September 2015

Pukul: 22:00 – 02:00 WIB

Tempat: Roti Oppa – Jalan Surapati No. 59 Bandung

Buat yang ingin ikutan, langsung aja daftar di sini.

Acara ini disponsori oleh Roti Oppa dan didukung oleh MakeMac, Trenologi dan idGeekGirls.

Kunjungan Mahasiswa STEKOMINDO Lampung ke DyCode

By | News

Dalam beberapa kesempatan, DyCode menerima kunjungan yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia. Kali ini, kurang lebih 50 mahasiswamahasiswa dari STEKOMINDO Bandar Lampung beserta rombongan mengunjungi DyPlex (kantor utama DyCode). Hal ini dilakukan dalam rangka kunjungan lapangan ke Bandung.

IMG_6704

Rombongan STEKOMINDO Lampung diterima oleh General Manager DyCode, Hidayat Abisena. Mahasiswa mendapat penjelasan mengenai DyCode dan kiprahnya di ranah mobile apps development & IT solutions di Indonesia. Selain itu, Ahmad Fauzan sebagai Manajer dari Jepret memperkenalkan layanan Jepret dan Jepret Allegra kepada para mahasiswa. Jepret Allegra merupakan solusi mutakhir untuk meningkatkan engagement dalam venue maupun event dalam bentuk photo collecting & printing secara autonomous.

IMG_6705

Pertemuan pun dilanjutkan dengan penyampaian singkat materi dari CTO DyCode, Arif Setiawan. Materi yang disampaikan pun seputar teknis pengembangan aplikasi sebagai produk. Kemudian, dilanjutkan oleh CMO DyCode, Dyan R. Helmi dengan penjelasan tentang Jepret Story, Movreak dan bisnis aplikasi mobile. Kunjungan pun diakhiri dengan foto bersama di depan DyPlex.

Lihat segala kegiatan mahasiswa STEKOMINDO Lampung selama di Bandung di galeri berikut:

DyCode Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

By | CSR, DyCoders

Bulan Ramadhan menjadi momentum DyCode untuk berbagi dengan berbagai pihak yang membutuhkan. Sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), DyCode mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu di Panti Asuhan Darul Arqom, Gunung Batu, Bandung pada 9 Juli 2015.

DyCode CEO, Andri Yadi beserta rombongan DyCoders diterima dengan ramah oleh pembina Panti Asuhan Darul Arqom Gunung Batu. Setelah berbuka puasa, DyCoders bersama anak-anak asuhan Darul Arqom pun melaksanakan ibadah shalat berjamaah dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Dalam kesempatan yang sama, DyCode memberikan donasi kepada Panti Asuhan Darul Arqom yang disampaikan langsung oleh Andri Yadi. Pembina Darul Arqom menyampaikan keinginannya agar DyCode dapat memberikan training yang dapat menunjang kegiatan panti asuhan dari segi IT. Andri Yadi pun menyambut baik niatan tersebut dan akan direncanakan di waktu yang akan datang.

DSC04148

DSC04158

DSC04161