Category

Inside DyCode

DyCode Iftar: Kehangatan Dibalik Keseriusan

By | Dining, DyCoders, Events, Inside DyCode, Uncategorized | No Comments

DyCode, bersama dengan DycodeX mengadakan DyCode Iftar bersama pada Selasa (20/06)  lalu di Mister Komot Jalan Cilaki, Bandung. Tidak hanya diisi oleh DyCoders dan Makers saja, keluarga besar DyCode yang sudah menempuh hidup barupun turut meramaikan momen buka bersama ini.

Proyek yang kerap menjadi bagian dari rutinitas DyCoders seringkali menjadi penghalang untuk berinteraksi di DyPlex. Namun, kerinduan akan silaturahmi, berkumpul dan berbagi cerita dengan sesama anggota keluarga membuat momen DyCode Iftar kali ini terasa berbeda dari hari-hari lainnya. Tidak hanya mempererat ikatan personal antar DyCoders, momen ini digunakan juga sebagai ajang perkenalan bagi DyCoders yang baru menjadi bagian keluarga besar DyCode tahun ini.

dycode iftarAlumni DyCode yang Rindu DyCode

Aditya Putra, yang dulunya bergabung sebagai Copywriter di DyCode terlihat hadir dalam DyCode Iftar tahun ini. Adit (sapaan akrabnya – red) mengaku masih rindu dengan suasana kekeluargaan DyCode yang begitu kental. Undangan DyCode Iftar inipun dijadikannya sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi dengan DyCoders lainnya.

“Kangen, semua momen bersama DyCode terlalu berkesan. Bahkan sampai sekarang saya masih berhubungan baik dengan DyCoders. Menghabiskan banyak waktu dikantor membuat kita lebih mengerti rekan kerja ketimbang keluarga sendiri”, akunya diiringi tawa. Pria berkacamata ini bahkan tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan Copywriter penggantinya di DyCode. “Sudah kenalan, semoga bisa membantu DyCode dengan berbagi cerita pengalaman atau tips trik dengan Copywriter yang baru”.

Pesan Manis CEO di DyCode Iftar

Andri Yadi – CEO DyCode dan DycodeX, mengambil kesempatan untuk berbagi pesan kepada DyCoders di sela-sela keriuhan DyCode Iftar. Melihat tingkat produktifitas yang kian memaksa DyCoders untuk bekerja cepat dan efektif rupanya menjadi perhatiannya belakangan ini. Tidak lupa, Andri meminta DyCoders untuk memaksimalkan istirahat di libur panjang kali ini.

“Kalau bisa tidur selama libur, tidur aja sampai puas. Biar nanti waktu balik kerja, udah bosen sama tidur” ungkapnya yang ditimpali dengan gelak tawa para DyCoders.

Beberapa informasi internal terkait apa yang harus dipersiapkan juga turut masuk dalam agenda di DyCode Iftar.

**Acara ini juga turut dimeriahkan oleh DokuID dan FoodGasm. Santap Iftar di Mister Komot, Jalan Cilaki No 45, Bandung.

 

Letter For DyCode: Terima Kasih, DyCoders!

By | DyCoders, Events, Inside DyCode | No Comments

DyCoders juga membuat sejumlah ucapan unik di linimasa DyCode, alih-alih hanya libur bersama dalam karya wisata. Ucapan-ucapan unik ini ternyata menuai reaksi beragam dari sejumlah kalangan lho. Seperti apa sih ucapan unik dari DyCoders ini?
ari say thanks

Secara resmi, DyCode memulai kiprahnya di dunia IT bangsa sejak tahun 2007, banyaknya media yang pernah meliput perjalanan DyCode sejak awal membuat DyCoders asal Jawa Timur ini terkagum dan memberikan tautan dari salah satu media elektronik yang memberitakan DyCode. Tidak hanya iOS dan Android, sejumlah proyek DyCode memang sudah merasuk diberbagai platform yang ada. 10 tahun memang semata bukan waktu yang dibutuhkan untuk berkiprah di dunia teknologi, butuh konsistensi dan rasa haus akan hal-hal baru untuk bisa terus berkarya diranah industri yang kian pesat ini.

ronny say thanks

DyCoders asal Bandung yang begitu mencintai produk lokal karya anak bangsa ini mengungkapkan alasannya bergabung dengan DyCode. Namun tentunya tidak hanya karena faktor produk lokal semata, kualitas yang bersaing tentunya menjadi sebuah faktor tersendiri untuk bisa menjadi solusi bagi masyarakat.

yudi say thanks

Bagaimana cara menjalin hubungan kekeluargaan yang begitu kental antara DyCode dan DyCoders seringkali menjadi pertanyaan yang kerap ditanyakan sejumlah orang. Inilah salah satu cara kami untuk membina keluarga besar DyCode. Layaknya keluarga, nonton bersama merupakan salah satu kegiatan yang tak pernah lepas dari agenda rutin DyCode. Oops! Kalau anda bertemu dengan salah satu dari kami di bioskop, jangan sungkan untuk menyapa atau berfoto bersama kami ya. Adalah sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat memiliki momen bersama seluruh bagian dari perjalanan kami.

Tidak hanya DyCoders!

bagus say thanks

Yang ini, tentunya bukan DyCoders. Pak Bagusalfa merupakan salah satu pendiri Semarang Open Group (SOG) yang berbasis di Semarang. Beberapa kali sempat berjanji untuk berkunjung ke Malang, akhirnya kami (diwakili oleh Andri Yadi) berkesempatan untuk berbagi dalam acara rutin mingguan SOG. Semangat warga Semarang memang tidak layak dipandang sebelah mata! Berbagai hal yang jarang kami temui di Bandung membuat kami semakin tertantang untuk dapat berkarya lebih lagi di tahun ke-sebelas ini.

chika say thanksIni juga tentunya bukan DyCoders. Namun bekerja sama dengan ProcodeCG selama ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk kami. Dengan beranggotakan anak-anak berusia emas yang dipandu langsung oleh Mbak Marisa dan Pak Budi menyadarkan kami bahwa teknologi bukan milik orang dewasa semata. Ide dan imajinasi anak-anak ProcodeCG selalu menjadi cambukan baru bagi kami.

Tentunya masih banyak lagi ucapan-ucapan unik yang masuk kedalam linimasi kami. Tentunya ribuan terima kasih atau jutaan senyum tidak dapat membalas segala harapan dan pesan-pesan positif yang dikirim untuk kami. Ucapan unik lainnya bisa dilihat di halaman ini ya.

DXCode: DyCode’s Awesome Anniversary

By | DyCoders, Events, Inside DyCode | No Comments

DXCode selesai, saatnya kembali!

Setelah surat manis yang diunggah disini, DyCode akhirnya kembali ke Bandung dengan awesomeness yang lebih awesome!

Merayakan ulang tahun a la DyCode memang menjadi tradisi di setiap tahunnya. Bertepatan dengan hari jadi ke-10, DyCode bersama dengan DycodeX merayakan hari jadinya di Pangandaran.

“Karya Wisata SD DyCode” menjadi tema tahun ini. Alasannya sederhana, pemilihan tema ini karena DyCode merupakan anak asuhan seluruh DyCoder (sebutan untuk keluarga besar DyCode) yang harus diperhatikan, disayangi, diarahkan dan dididik untuk menjadi yang terdepan diantara teman-teman seusianya. Usia 10 tahun, dimana menjadi usia emas seorang anak di tingkat SD menjadi cambukan semangat bagi para DyCoder. Dengan tema ini, DyCoder yang turut serta dalam “Karya Wisata SD DyCode” menggunakan dress-code a la siswa/i SD pada umumnya di Indonesia.

DXcode Liburan

DyCoders sebelum Body Rafting

Dengan topi merah berciri “Tut Wuri Handayani” yang berarti seorang guru harus bisa mendorong dan memberikan dorongan/arahan, rombongan DyCoder memulai karya wisatanya. Rangkaian acara DXCode yang menjadi judul dari anniversary tahun ini dimulai dari 8 May 2017 hingga 11 May 2017.

Tidak hanya body rafting, DyCoders juga menghabiskan waktu liburan DXCode ini dengan berbagai kegiatan lainnya seperti snorkeling, menyusuri mengunjungi beberapa tempat wisata di Pasir Putih, Pangandaran hingga malam api unggun bersama juga masuk ke dalam daftar keseruan DyCoders selama di Pangandaran.

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Kebersamaan yang semakin kental sangat terasa pada saat DyCoders memulai perjalanan menyusuri sungai. Body rafting ini mengandalkan kekompakan dan rasa saling melindungi.

Perjalanan yang tidak sebentar dan tidak mudah untuk para DyCoders menyusuri sungai yang jauh berbeda dengan hentakan jari diatas keyboard. DyCoders saling memegang satu dan lainnya agar ikatan diantara mereka tidak terputus. Keseruan ini bahkan tidak berhenti sampai disana, DyCoders juga diminta bersaing dengan sesamanya. Lompat di garis akhir yang tingginya lebih dari 9 meter merupakan tantangan yang diberikan DXCode pada setiap DyCoders.

DXCode Adakan Mandi Bareng Teman Sekantor

Terdengar geli memang, namun hal ini juga masuk kedalam daftar bagaimana cara kembali awesome versi DyCode.

Tidak hanya teman sekantor, bahkan co-founder DyCode, Andri Yadi juga turut serta dalam upacara mandi bareng yang kerap di gadang-gadang sebagai salah satu tradisi DyCoders untuk dapat kembali awesome bila berlibur di pantai.

Suasana yang semakin dingin di tempat permandian bareng menjadi hangat seketika kala semua DyCoders mulai memasuki tempat mandi. Air jernih yang jauh berbeda dengan pantai Pangandaran dan hiasan batu-batu alam yang semakin menambah suasana natural menjadi saksi bisu kehangantan keluarga besar DyCode.

Malam Hangat

Menghabiskan malam bersama di pinggir pantai dengan ditemani api unggun dan berbagai macam makanan laut yang dibakar menjadi teman DyCoders sebelum beristirahat untuk aktifitas lainnya. Kesempatan ini juga digunakan oleh manajemen untuk memberikan apresiasi terhadap beberapa DyCoders yang tingkat ke-awesome-an lebih diantara DyCoders lainnya.

Berbagai penghargaan dengan kategori yang beragam menjadi bentuk apresiasi DyCode kepada DyCoders berprestasi. Adapun diantaranya adalah DyCoder terInstan, DyCoder terSehat, DyCoder terKurus, DyCoder terKurus, dan DyCoder terHadir. Sementara itu, apresiasi dari manajemen berupa Best Employee of The Year, Good Team Player, Leadership & Initiative, dan Brainstorming & Execution.

Penasaran gimana serunya DyCoders nge-cas balik awesomeness mereka? Intip disini ya.

Inside DyCode: The DyCode Coding Contest

By | Inside DyCode | No Comments

pexels-photo-90807Talk to any software engineer and you’ll know that coding be done for work or as a means for recreation.

For the former, mainly the coding process involves the skills and knowledge that a programmer currently possess. This makes sense, because the safest option is to apply the established and proven. The latter, on the other hand, allows for an opportunity for try out new things, say, a programming language that nobody uses just yet, and then apply the knowledge as a side project. As a professional programmer, coding for work and coding for recreation needs to be balanced.

As a routine part to keep the creative juices in our programmers’ brains flowing, DyCode conducted an internal programming contest as a means for our engineers to have fun. Open to all programmers willing to take the challenge, this contest is based on a homework question on Quora that asks this question: “how do I provide a unique program that produces the following output?”, followed by a string of this exceedingly simple output.

Smile!Smile!Smile!
Smile!Smile!
Smile!

Three lines of Smile! s, from three to one, in descending order. Sounds easy, right? Indeed, it can be solved in hundreds of ways, including the easy ones. However, the challenge here is that in order for them to win this challenge, the solution has to be the most complex, creative, and original as they possibly can. The one that can come up with a Rube Goldberg machine for this solution, will take home cold hard cash, in addition to the respect from their fellow engineers.

After the announcement of the contest, our programmers let their creativity run wild in between their daily projects and began working on their unique solutions. And before deadline struck, five people submitted the projects. Check out their submissions along with the link to their GitLab repository below.

  1. Alwin
  2. Fahmi
  3. Jalul
  4. Dul
  5. Ben

The winner

The winner went to Ben (congratulations, Ben!), who implemented Piet in providing his solution. Piet is a stack-based, esoteric programming language that makes, in the words of its creator David Morgan-Mar, “programs look like abstract paintings”. Naming his program “Smilebang”—a play on “hashbang”—, Ben said that he decided to implement Piet just because he can.

npiet-trace

Smilebang trace by Ben. (Source: https://gitlab.com/bentinata/smilebang)

“Just because one can” may sound silly, but that is the point of this contest. Programming is all about building a program that can solve a specific task, and the more expertise a programmer has with all the available programming languages that are available, the more efficient and creative a programmer can accomplish a task.

The benefits to coding for fun

Coding for fun may not have an immediate impact, but who knows the inspiration that you get while programming for work comes from when you were coding for recreation?

Bayu Yasaputro, interim CTO at DyCode, remarked that this engineering contest brings a threefold benefits to the programmers. Firstly, it’s an opportunity for them to explore and be creative; secondly, it allows them to share expertise in a certain programming language with others; and thirdly, as some of the people in the Quora thread can testify, it opens up opportunity for coders to show-off their skills.

“Coders love to code, obviously. So it’s important for them to have fun in unconventional ways,” he commented.