DyCode Establishes New Subsidiary In IT Education And Recruitment

By | DyCoders, Uncategorized

Established for 7 years and successfully built DycodeX, DyCode is now about to launch its new subsidiary. Unlike other business lines, DyCode is now focused on non-formal education to introduce technology to the young generation.

Gina Rizka, Chief Operational Officer (COO) of DyCode stated that it’s the nature of DyCode to share the knowledge. From the creative industry side, we realize there are so many demand in human resource that can not be fulfilled. Hopefully, the plan to open a new subsidiary IT education and recruitment can overcome the the needs of IT talents in creative industry companies like DyCode.

The new subsidiary will not only fosters the ability of potential developers. DyCode also hopes to become a distributor of creative IT talents, and furthermore, to reduce unemployment rate in Indonesia.

DyCode is still considering the name of the new subsidiary. As Gina mentioned, it would be another Dy-something. So, will DyCode subsidiary be able to compete with another IT recrutment companies? Of course we are crossing our fingers and hopefully this will be the good leap in IT industry.

UPDATE:

Currently, Dycode is fixing various management and business affairs of the company. Therefore, the opening of the new division is still not possible in the near future. But we are having fun with this year’s April’s Fool joke adding our friends anticipation of the new division ideas. Hopefully we will actually be able to realize this idea soon!

Stay tune for more news and update about DyCode in our social media and blog.

The Indonesian Government and IT Startups: Watimpres Visit To DyPlex

By | DyCoders, News

Digital industry in Indonesia is currently emerging in the last ten years. To continue to maintain the digital ecosystem in Indonesia, it will need not only the startup enthusiasts to work on the development, but also supports from the government. The government is now beginning to show a proactive interest in supporting the creative and digital industries. One of them is done by the Dewan Pertimbangan Presiden (Presidential Advisory Council – Watimpres) who meet face to face with the startup activists in Bandung.

On March 22, 2018, Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia visited some startup offices in Bandung. This visit is a part of the government work visit to West Java, to assess the growth of digital and creative economy in the province. Watimpres visited a few startups in Bandung such as Bandung Digital Valley (BDV), Agate Studio, Octagon, and Dycode.

Andri Yadi shared about Dycode and IT startups to Watimpres

In DyPlex, Prof. Dr. Sri Adiningsih, chairman of the Presidential Advisory Council and CEO of Dycode, Andri Yadi shared about Dycode journey and how the government can support tech startups and IT industry in Indonesia. Watimpres team also visited Dycodex workshop and saw the making of our IoT products.

We showed our IoT products to Watimpres

Of course there are still some obstacles faced by startup activists, one of them regarding government policies. Therefore, Watimpres seeks to accommodate the aspirations and opinions of IT industry actors. After this working visit, it is expected that the government can filter and consider policy measures that can better support the IT industry ecosystem in the country.

A souvenir from Watimpres to Dycode

It’s been an honor for us, thank you for your visit!

Watimpres team and Dycode management

Marching To A New Changes

By | DyCoders, Inside DyCode, News

It’s March already!

While we are trying to keep up with the fast-pacing changes in digital technology, our team also making changes for better work and experience.

Our headquarter – DyPlex – is now moving into a new place. Bigger, better, and cooler – we are aiming to make everyone in Dycode is having a comfortable place to work and producing brilliant ideas. We believe a good work environment could lead us to effective works and innovative minds. Learning from our past experiences, this time we put all of our efforts to fix all the ‘bugs’ – both in our management and also in our works – in order to deliver our best for the customers.
So this new DyPlex is a start to a brand new Dycode.

See how we’re preparing our new DyPlex:

It’s Time For A New Team

In line with our efforts to renew ourselves, we also looking forward to new talents in the IT field. As we all know, our current technology industry requires more resources with qualified skills to be able to jump directly into the IT business and take part in a full-fledged digital world.
To that end, we have set up Bootcamp for every individual who wants a career in IT and want to explore his talent deeper.
We are going to select 20 candidates consist of iOS, Android, and Web developers to join 3 months course in our DyPlex. If you are fresh graduates, or a tech enthusiast who’s ready to jump-start your career, then submit your registration now!

 

DyCode Iftar: Kehangatan Dibalik Keseriusan

By | Dining, DyCoders, Events, Inside DyCode, Uncategorized

DyCode, bersama dengan DycodeX mengadakan DyCode Iftar bersama pada Selasa (20/06)  lalu di Mister Komot Jalan Cilaki, Bandung. Tidak hanya diisi oleh DyCoders dan Makers saja, keluarga besar DyCode yang sudah menempuh hidup barupun turut meramaikan momen buka bersama ini.

Proyek yang kerap menjadi bagian dari rutinitas DyCoders seringkali menjadi penghalang untuk berinteraksi di DyPlex. Namun, kerinduan akan silaturahmi, berkumpul dan berbagi cerita dengan sesama anggota keluarga membuat momen DyCode Iftar kali ini terasa berbeda dari hari-hari lainnya. Tidak hanya mempererat ikatan personal antar DyCoders, momen ini digunakan juga sebagai ajang perkenalan bagi DyCoders yang baru menjadi bagian keluarga besar DyCode tahun ini.

dycode iftarAlumni DyCode yang Rindu DyCode

Aditya Putra, yang dulunya bergabung sebagai Copywriter di DyCode terlihat hadir dalam DyCode Iftar tahun ini. Adit (sapaan akrabnya – red) mengaku masih rindu dengan suasana kekeluargaan DyCode yang begitu kental. Undangan DyCode Iftar inipun dijadikannya sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi dengan DyCoders lainnya.

“Kangen, semua momen bersama DyCode terlalu berkesan. Bahkan sampai sekarang saya masih berhubungan baik dengan DyCoders. Menghabiskan banyak waktu dikantor membuat kita lebih mengerti rekan kerja ketimbang keluarga sendiri”, akunya diiringi tawa. Pria berkacamata ini bahkan tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan Copywriter penggantinya di DyCode. “Sudah kenalan, semoga bisa membantu DyCode dengan berbagi cerita pengalaman atau tips trik dengan Copywriter yang baru”.

Pesan Manis CEO di DyCode Iftar

Andri Yadi – CEO DyCode dan DycodeX, mengambil kesempatan untuk berbagi pesan kepada DyCoders di sela-sela keriuhan DyCode Iftar. Melihat tingkat produktifitas yang kian memaksa DyCoders untuk bekerja cepat dan efektif rupanya menjadi perhatiannya belakangan ini. Tidak lupa, Andri meminta DyCoders untuk memaksimalkan istirahat di libur panjang kali ini.

“Kalau bisa tidur selama libur, tidur aja sampai puas. Biar nanti waktu balik kerja, udah bosen sama tidur” ungkapnya yang ditimpali dengan gelak tawa para DyCoders.

Beberapa informasi internal terkait apa yang harus dipersiapkan juga turut masuk dalam agenda di DyCode Iftar.

**Acara ini juga turut dimeriahkan oleh DokuID dan FoodGasm. Santap Iftar di Mister Komot, Jalan Cilaki No 45, Bandung.

 

WWDC 2017: This is going to be the best and the biggest WWDC ever!

By | Events, Reports

Acara tahunan Apple  yang didedikasikan untuk developers kembali di gelar. Bertempat di San Jose, California, Apple kembali mengadakan WWDC (World Wide Developers Conference) tahun ini. Acara yang berlangsung selama sepekan, yakni 5 – 9 Juni 2017, dihadiri oleh developer dari seluruh dunia. Apple mengumumkan 6 topik terbaru dalam #WWDC2017.

wwdc 2017

Nonton bareng WWDC2017

Tidak ingin melewatkan kesempatan untuk turut menyaksikan ke-6 topik yang akan diluncurkan Apple, DyCode bersama komunitas developers dan pengguna Apple lainnya di Bandung mengadakan nonton bareng di Kuma Ramen Join, Bandung. Acara yang dimulai sejak pukul 10 malam hingga pukul 3 dinihari ini didukung pula oleh ZiStore Apple Bandung dan DycodeEdu.

WWDC 2017, Telat 8 Menit dari Jadwal

Jarang sekali terjadi, setidaknya dalam 3 tahun terakhir, acara WWDC terlambat dari waktu yang ditentukan. Disinyalir mulai dari pukul 10 pagi PDT atau 00.00 WIB, WWDC akhirnya mulai di pukul 00.08 WIB. Ditandai dengan pemutaran video pembuka, Appocalypse, Tim Cook memasuki panggung dan memulai dengan jargon utamanya, “This is going to be the best and biggest WWDC ever”.

tvOS

Finally, pengguna tvOS kini sudah bisa menikmati Amazon Prime Video di AppleTV. Beberapa lainnya juga akan di update tahun ini, menurut Tim Cook. tvOS 11 bisa jadi merupakan kebutuhan lainnya dari pengguna produk Apple. Kehadiran banyak channel dalam Apple TV pastinya akan mempermudah akses terhadap kebutuhan tersebut.
amazon prime video

WatchOS4

Tidak hanya sebagai pengingat waktu, kegunaan jam kini sudah semakin canggih. Apple mengintegrasikan banyak hal agar Apple Watch dapat lebih dekat dengan penggunanya. Siri dalam WatchOS4 kini dapat memberikan informasi berdasarkan lokasi dan waktu. Tidak hanya itu, Siri mengetahui kapan dan dimana seharusnya pengguna menggunakan Apple Watch. Bagi pecinta Toy Story, WatchOS4 dapat menemani keseharian kamu dengan Woody, Jessie, dan Buzz di tahun ini.

Yet, didisain menjadi lebih personalize. Aktivitas workout akan menjadi lebih seru. And of course, pengguna dapat memutar musik tanpa harus meninggalkan aplikasi workout.
watch os4

MacOS, iMac, MacBook

Setelah Sierra, MacOS kini meluncurkan High Sierra. Kehadiran MacOS High Sierra ini memiliki Intelligent Tracking Prevention di Safari sehingga tidak perlu lagi khawatir dengan ads yang biasanya kerap mengikuti disetiap jendela browser. Tidak hanya pembaharuan di Safari, editing foto di MacOS High Sierra juga akan menjadi lebih mudah karena sudah disertai fitur filtering yang lebih baik daripada sebelumnya.

Apple Files System di MacOS High Sierra disinyalir akan menjadi lebih cepat dan lebih smooth. Berbeda dengan kehadirannya di MacOS Sierra sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama di #WWDC2017, Apple juga mengumumkan peluncuran produk terbaru iMac dan MacBook Pro yang akan mulai di distribusikan di bulan Desember tahun ini.
imac pro

iOS 11

Banyak sekali pembaharuan yang diberikan Apple di iOS 11. Siri sebagai “teman” pengguna iPhone di iOS 11 akan menjadi lebih natural. Beberapa aksen internasional seperti China, Italia, Perancis juga sudah masuk ke database Siri. Control Center juga sudah diperbaharui. Beberapa sliders yang sebelumnya terkesan sedikit mengganggu kini sudah berada dalam satu tampilan simple dan chick.

9 tahun sudah umur AppStore. For the first time in forever, tampilan AppStore akan berubah total dibanding tampilan yang sebelumnya. Fitur dan disainnya akan menjadi lebih serupa dengan Apple Music dan menyediakan Today tab untuk aplikasi terkini yang diurut berdasarkan tren-nya. Tidak hanya itu, gamers juga pastinya akan sangat terbantu dengan fitur AppStore yang menanyangkan video demo secara otomatis.

Kabar terhangat dari pembaharuan iOS 11 yang diberikan Apple adalah AR Support yang ada di ARKit. Melalui API yang disediakan oleh Apple, developer dapat bermain dengan augmented reality dengan lebih lincah. Beberapa kali memberikan contoh permainan karya Niantic, Pokemon Go, disinyalir kehebohan permainan ini akan kembali menduduki posisi puncak di iOS 11.
ios11

iPad Pro

Sudah lama iPad ditinggalkan oleh penggunanya karena kehadiran MacBook dan iPhone yang semakin powerful, kini Apple ingin kembali menggebrak kehadiran iPad di kalangan penggunanya. Ukuran layar sebesar 10,5 inch membuat pencil buatan Apple semakin powerfull digunakan di iPad.

Dari segi kamera, iPad Pro juga memiliki camera scanner yang dapat mendeteksi dokumen tanpa harus secara manual seperti aplikasi Document Scanner pada umumnya. Hal ini dipermudah dengan mode drag and drop sehingga pengguna dapat langsung membagikannya ke pengguna lain. Instant mark up yang terdapat pada iPad Pro juga dapat langsung di ekspor ke PDF secara langsung.

HomePod

Yang terakhir, yang paling ditunggu-tunggu. Siri speaker kini bertransformasi dalam wujud HomePod yang memiliki beragam fitur. Musikologi yang ada didalam HomePod memungkinkan pengguna mendengarkan lagu sesuai dengan mood tanpa harus mengoperasikannya secara langsung. Tentunya pengguna harus berlangganan Apple Music. Tampilan Apple Music juga memiliki beberapa pembaharuan. Sekilas, kita dapat melihat kemiripannya dengan Spotify atau Joox yang kerap sedang digandrungi di Indonesia. Pengguna dapat mengikuti playlist yang dibuat oleh pengguna lain terdaftar.

Kecanggihan HomePod tidak hanya berhenti disana. Dengan 7-beam form speaker, pengguna HomePod tidak perlu memutar-mutar speaker karena HomePod dapat mendeteksi keberadaan pengguna. Fitur ini dinamakan spatial awareness.
homepod
Yaps! Demikianlah update dari WWDC 2017. Siap untuk jajan lagi, devs?

Letter For DyCode: Terima Kasih, DyCoders!

By | DyCoders, Events, Inside DyCode

DyCoders juga membuat sejumlah ucapan unik di linimasa DyCode, alih-alih hanya libur bersama dalam karya wisata. Ucapan-ucapan unik ini ternyata menuai reaksi beragam dari sejumlah kalangan lho. Seperti apa sih ucapan unik dari DyCoders ini?
ari say thanks

Secara resmi, DyCode memulai kiprahnya di dunia IT bangsa sejak tahun 2007, banyaknya media yang pernah meliput perjalanan DyCode sejak awal membuat DyCoders asal Jawa Timur ini terkagum dan memberikan tautan dari salah satu media elektronik yang memberitakan DyCode. Tidak hanya iOS dan Android, sejumlah proyek DyCode memang sudah merasuk diberbagai platform yang ada. 10 tahun memang semata bukan waktu yang dibutuhkan untuk berkiprah di dunia teknologi, butuh konsistensi dan rasa haus akan hal-hal baru untuk bisa terus berkarya diranah industri yang kian pesat ini.

ronny say thanks

DyCoders asal Bandung yang begitu mencintai produk lokal karya anak bangsa ini mengungkapkan alasannya bergabung dengan DyCode. Namun tentunya tidak hanya karena faktor produk lokal semata, kualitas yang bersaing tentunya menjadi sebuah faktor tersendiri untuk bisa menjadi solusi bagi masyarakat.

yudi say thanks

Bagaimana cara menjalin hubungan kekeluargaan yang begitu kental antara DyCode dan DyCoders seringkali menjadi pertanyaan yang kerap ditanyakan sejumlah orang. Inilah salah satu cara kami untuk membina keluarga besar DyCode. Layaknya keluarga, nonton bersama merupakan salah satu kegiatan yang tak pernah lepas dari agenda rutin DyCode. Oops! Kalau anda bertemu dengan salah satu dari kami di bioskop, jangan sungkan untuk menyapa atau berfoto bersama kami ya. Adalah sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat memiliki momen bersama seluruh bagian dari perjalanan kami.

Tidak hanya DyCoders!

bagus say thanks

Yang ini, tentunya bukan DyCoders. Pak Bagusalfa merupakan salah satu pendiri Semarang Open Group (SOG) yang berbasis di Semarang. Beberapa kali sempat berjanji untuk berkunjung ke Malang, akhirnya kami (diwakili oleh Andri Yadi) berkesempatan untuk berbagi dalam acara rutin mingguan SOG. Semangat warga Semarang memang tidak layak dipandang sebelah mata! Berbagai hal yang jarang kami temui di Bandung membuat kami semakin tertantang untuk dapat berkarya lebih lagi di tahun ke-sebelas ini.

chika say thanksIni juga tentunya bukan DyCoders. Namun bekerja sama dengan ProcodeCG selama ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk kami. Dengan beranggotakan anak-anak berusia emas yang dipandu langsung oleh Mbak Marisa dan Pak Budi menyadarkan kami bahwa teknologi bukan milik orang dewasa semata. Ide dan imajinasi anak-anak ProcodeCG selalu menjadi cambukan baru bagi kami.

Tentunya masih banyak lagi ucapan-ucapan unik yang masuk kedalam linimasi kami. Tentunya ribuan terima kasih atau jutaan senyum tidak dapat membalas segala harapan dan pesan-pesan positif yang dikirim untuk kami. Ucapan unik lainnya bisa dilihat di halaman ini ya.

DXCode: DyCode’s Awesome Anniversary

By | DyCoders, Events, Inside DyCode

DXCode selesai, saatnya kembali!

Setelah surat manis yang diunggah disini, DyCode akhirnya kembali ke Bandung dengan awesomeness yang lebih awesome!

Merayakan ulang tahun a la DyCode memang menjadi tradisi di setiap tahunnya. Bertepatan dengan hari jadi ke-10, DyCode bersama dengan DycodeX merayakan hari jadinya di Pangandaran.

“Karya Wisata SD DyCode” menjadi tema tahun ini. Alasannya sederhana, pemilihan tema ini karena DyCode merupakan anak asuhan seluruh DyCoder (sebutan untuk keluarga besar DyCode) yang harus diperhatikan, disayangi, diarahkan dan dididik untuk menjadi yang terdepan diantara teman-teman seusianya. Usia 10 tahun, dimana menjadi usia emas seorang anak di tingkat SD menjadi cambukan semangat bagi para DyCoder. Dengan tema ini, DyCoder yang turut serta dalam “Karya Wisata SD DyCode” menggunakan dress-code a la siswa/i SD pada umumnya di Indonesia.

DXcode Liburan

DyCoders sebelum Body Rafting

Dengan topi merah berciri “Tut Wuri Handayani” yang berarti seorang guru harus bisa mendorong dan memberikan dorongan/arahan, rombongan DyCoder memulai karya wisatanya. Rangkaian acara DXCode yang menjadi judul dari anniversary tahun ini dimulai dari 8 May 2017 hingga 11 May 2017.

Tidak hanya body rafting, DyCoders juga menghabiskan waktu liburan DXCode ini dengan berbagai kegiatan lainnya seperti snorkeling, menyusuri mengunjungi beberapa tempat wisata di Pasir Putih, Pangandaran hingga malam api unggun bersama juga masuk ke dalam daftar keseruan DyCoders selama di Pangandaran.

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Kebersamaan yang semakin kental sangat terasa pada saat DyCoders memulai perjalanan menyusuri sungai. Body rafting ini mengandalkan kekompakan dan rasa saling melindungi.

Perjalanan yang tidak sebentar dan tidak mudah untuk para DyCoders menyusuri sungai yang jauh berbeda dengan hentakan jari diatas keyboard. DyCoders saling memegang satu dan lainnya agar ikatan diantara mereka tidak terputus. Keseruan ini bahkan tidak berhenti sampai disana, DyCoders juga diminta bersaing dengan sesamanya. Lompat di garis akhir yang tingginya lebih dari 9 meter merupakan tantangan yang diberikan DXCode pada setiap DyCoders.

DXCode Adakan Mandi Bareng Teman Sekantor

Terdengar geli memang, namun hal ini juga masuk kedalam daftar bagaimana cara kembali awesome versi DyCode.

Tidak hanya teman sekantor, bahkan co-founder DyCode, Andri Yadi juga turut serta dalam upacara mandi bareng yang kerap di gadang-gadang sebagai salah satu tradisi DyCoders untuk dapat kembali awesome bila berlibur di pantai.

Suasana yang semakin dingin di tempat permandian bareng menjadi hangat seketika kala semua DyCoders mulai memasuki tempat mandi. Air jernih yang jauh berbeda dengan pantai Pangandaran dan hiasan batu-batu alam yang semakin menambah suasana natural menjadi saksi bisu kehangantan keluarga besar DyCode.

Malam Hangat

Menghabiskan malam bersama di pinggir pantai dengan ditemani api unggun dan berbagai macam makanan laut yang dibakar menjadi teman DyCoders sebelum beristirahat untuk aktifitas lainnya. Kesempatan ini juga digunakan oleh manajemen untuk memberikan apresiasi terhadap beberapa DyCoders yang tingkat ke-awesome-an lebih diantara DyCoders lainnya.

Berbagai penghargaan dengan kategori yang beragam menjadi bentuk apresiasi DyCode kepada DyCoders berprestasi. Adapun diantaranya adalah DyCoder terInstan, DyCoder terSehat, DyCoder terKurus, DyCoder terKurus, dan DyCoder terHadir. Sementara itu, apresiasi dari manajemen berupa Best Employee of The Year, Good Team Player, Leadership & Initiative, dan Brainstorming & Execution.

Penasaran gimana serunya DyCoders nge-cas balik awesomeness mereka? Intip disini ya.

[APRIL MOP!] DyCode bermain “Game”

By | Uncategorized

10 tahun berdiri sebagai perusahaan pengembang aplikasi, DyCode terbilang cukup sukses dengan jumlah karyawan yang terus bertambah, bahkan pada awal tahun ini mulai mengisi bangunan baru. DyCode juga memiliki anak perusahaan yaitu DycodeX, yang bergerak dibidang teknologi hardware terutama dibidang IoT (Internet of Things) yang juga terus mendorong para pengembangan embeded system tersebut dengan menjadi maker movement enabler .

Kali ini DyCode bekerjasama dengan CEO Tinker Games, Ajie Santika untuk membangun sebuah bisnis baru dibidang aplikasi permainan dan Edukasi.

Game dengan latar belakang psikologi untuk mengembangkan intelejensi anak ini dikembangkan dengan bantuan tenaga ahli psikologi dari GIBASA, sebuah biro psikologi asal kota Bandung. Diharapkan dengan aplikasi game ini anak-anak yang kecanduan gadget bisa memanfaatkan gadget lebih aktif dengan melatih motorik halus melalui serangkaian tantangan yang tersedia pada game ini.

‘Intelesia’ adalah nama dari game untuk mengembangkan intelejensi anak usia 4-12 tahun. “Diharapkan dengan adanya game ini maka anak-anak bisa memanfaatkan gadget sebagai media latihan dan belajar,” ujar Andri Yadi selaku CEO DyCode. Permainan dalam bentuk aplikasi digital ini bisa menghitung intelegensi anak dengan metode psikologi Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence. Dengan latihan secara teratur maka orang tua diharapkan dapat memantau latihan serta melakukan test intelegensi pada anak dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Aplikasi permainan edukasi ini secara diam-diam sudah dikembangkan dalam 5 bulan terakhir, tanpa diketahui banyak pihak. Kerjasama yang terjalin antara DyCode dan Ajie Santika sebagai developer kawakan di Bandung menghasilkan aplikasi permainan edukasi yang akan segera release tanggal 2 April 2017.

Berikut sedikit cuplikan bagaimana aplikasi tersebut bisa melatih intelejensi anak melalui penguasaan motorik halus.

Keinginan besar DyCode untuk bergerak dalam industri Game ini memang sudah lama diungkapkan CEO DyCode, Andri Yadi dalam rapat internalnyal. Berkaitan dengan rencana launching Intelesia yang juga akan mengajak CEO Tinker Games, Ajie Santika di sela kesibukannya, Andri Yadi mengungkapkan rasa bahagianya. “Sudah sangat lama ingin sekali berkontribusi dalam dunia game, namun selalu saja belum diberikan kesempatan. Kali ini bersama Tinker Games, sebuah legenda di industri game lokal khususnya Bandung, kami menyadari bahwa membuat game masih belum dapat menjadi core kami” jelas Andri Yadi.

Oleh karena itu, tanggal 2 April yang sebelumnya ditandai sebagai tanggal release Intelesia dengan ini resmi dibatalkan karena artikel ini hanya untuk meriuhkan April Mop (April Fools). Lemesin bray!

Penuhi Kebutuhan Programer di Industri Perangkat Lunak, DyCode Kembali Adakan DyCode Bootcamp, Batch 2

By | Events

DyCode Bootcamp, Batch 2 Promotional E-FlyerBANDUNG — Industri pengembangan aplikasi adalah industri yang menggiurkan. Bayangkan saja, sudah ada lebih dari 5.000.000 aplikasi yang tersedia di platform distribusi digital seperti Apple App Store, Google Play Store, dan Windows Store; dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. Belum lagi dari segi ekonomi. Diperkirakan pada tahun 2018, industri pengembangan aplikasi mobile akan naik 28% dari 1,8 triliun rupiah menjadi 2,6 triliun rupiah. Pesatnya perkembangan industri ini juga nantinya akan berdampak pada meningkatnya permintaan akan programer-programer handal yang dicari-cari industri.

Untuk membantu menyediakan industri dengan bakat-bakat programming yang cakap dan handal, DyCode mengadakan kembali program pengembangan karir DyCode Bootcamp di DyCode Bootcamp, Batch 2, yang akan diselenggarakan pada bulan April 2017. Programer yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftar melalui situs resminya di dycode.co.id/bootcamp.

DyCode Bootcamp, Batch 2 diadakan sebagai lanjutan dari DyCode Bootcamp, Batch 1 yang telah sukses diselenggarakan pada bulan Desember 2016 lalu. Dari total 50 orang yang mendaftar di DyCode Bootcamp, Batch 1, program ini sukses meloloskan 11 programer, dengan 3 programer pada akhirnya yang mengikuti program magang di DyCode.

Kesempatan Magang di Proyek Nyata

Adapun tahap-tahap yang akan dilalui oleh pendaftar DyCode Bootcamp, Batch 2 adalah: tahap Screening, tahap Test, tahap Bootcamp, tahap Evaluation Test, dan tahap Final Results. Peserta yang dinyatakan lolos di tahap Final Results akan mendapatkan tawaran kontrak dengan DyCode, sesuai dengan persetujuan.

Program kontrak yang ditawarkan pada peserta yang dinyatakan lolos di tahap Final Results berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari tanggal persetujuan. Peserta yang dianggap berkompetensi lebih di masa kontrak ini akan mendapatkan kesempatan untuk memperpanjang kontraknya di DyCode.

Persyaratan Mendaftar di DyCode Bootcamp

Kualifikasi non-teknis untuk mengikuti program DyCode Bootcamp adalah peserta diwajibkan untuk tidak sedang terikat dalam masa studi atau kontrak kerja dan membawa laptop sendiri. Sedangkan kualifikasi teknisnya adalah

  • mengetahui konsep algoritma dan struktur data,
  • mengerti konsep Object-Oriented Programming (OOP),
  • telah mempelajari basis data dan SQL, dan
  • memahami penggunaan Terminal, Command Prompt, atau Command-Line Interface sejenis.

Tentang DyCode

PT DyCode Cominfotech Development (DyCode) adalah sebuah perusahaan pengembangan aplikasi yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Dengan pengalaman lebih dari 9 tahun, DyCode telah meluncurkan aplikasi Movreak dan Jepret Story. Selain aplikasi yang dikembangkan in-house, DyCode berpengalaman mengembangkan aplikasi untuk perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun internasional diantaranya Astra International, Danone Aqua, Mitsubishi Motors, Microsoft, NOKIA, PHILIPS, Bank Mandiri, Yogya Dept Store, Go-Jek, dan lain-lain.

Persiapkan Lulusan Baru untuk Industri Kreatif, DyCode Luncurkan Program DyCode Bootcamp Batch 1

By | Events

DyCode Bootcamp , sebuah kegiatan training programming dengan format bootcamp yang diinisiasi DyCode, dilaksanakan untuk pertama kalinya pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 3 dan 4 Desember 2016 di Digital Innovation Lounge (DILo) Bandung dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. DyCode Bootcamp Batch 1 ini diikuti oleh peserta yang telah melewati tahap seleksi Offline Test yang diselenggarakan pada tanggal 22 November 2016.

DyCode Bootcamp Batch 1 diikuti oleh total 11 peserta yang berdomisili di kota Bandung, Cimahi, hingga Jakarta, dengan latar belakang pelajar, mahasiswa, karyawan, dan pekerja lepas. Di sini, para peserta berhak memilih untuk mengikuti satu dari tiga pilihan kelas, Android, iOS, dan Node.js, selama dua hari di akhir pekan. Ketiga kelas ini masing-masing dipandu oleh chief technical officer DyCode, Bayu Yasaputro untuk iOS; senior developer DyCode, Fahmi Sidik dan Yogi Eka untuk Android; dan backend developer DyCode, Alwin Arrasyid untuk Node.js.

Training Android di DyCode Bootcamp, dipandu oleh trainer Fahmi Sidik, senior Android developer DyCode.

Training Android di DyCode Bootcamp, dipandu oleh trainer Fahmi Sidik, senior Android developer DyCode.

Para peserta DyCode Bootcamp yang dianggap cukup kompeten berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh para trainer di kelas yang diikuti masing-masing dari mereka akan mendapatkan kesempatan untuk magang di DyCode, di mana mereka akan mendapatkan pengalaman langsung menjadi programer di industri kreatif.

Kelas iOS di DyCode Bootcamp, dipandu oleh trainer Bayu Yasaputro, chief technical officer DyCode.

Kelas iOS di DyCode Bootcamp, dipandu oleh trainer Bayu Yasaputro, chief technical officer DyCode.

Program DyCode Bootcamp ini dimunculkan karena kepedulian DyCode atas kesenjangan yang kerap muncul antara perusahaan-perusahaan berbasis teknologi yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas dan berpengalaman dengan lulusan-lulusan baru yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kualifikasi perusahaan yang terlalu tinggi.

“Sebagai pelaku industri, kami merasa memiliki kewajiban untuk membantu menggodok programer-programer yang siap kerja, dan matang dari segi pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman,” ujar Andri Yadi, CEO DyCode, yang merasa bahwa lulusan sarjana terkadang tak memiliki kemampuan yang dicari industri kreatif. “DyCode menginisiasi program bootcamp ini karena kepedulian kami terhadap industri dan ekosistem software development di Indonesia,“ tambah Andri.